// google analytics // end google analytics Universitas Sam Ratulangi - Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Bahasa Indonesia

Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Universitas Sam Ratulangi Manado menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 mei .

Upacara bendera yang di laksanakan di Lapangan Unsrat pada hari Senin, 22 mei 2017 ini di hadiri oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi  Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA, Wakil rektor, Pimpinan senat, Dekan Fakultas, Direktur Pacsasarjana, ketua lembaga, kepala Biro, kepala UPT, Pimpinan Dharma Wanita Persatuan Unsrat, Badan Eksekutif Mahasiswa, Resimen mahasiswa, seluruh tenaga pendidik, staf honorer dan mahasiswa Unsrat dengan tema “Pemerataan pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional.”

Dalam Upacara ini Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA  membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, dalam sambutannya mengatakan :

Semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar. Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2017 telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan. Pemerataan pembangunan antarwilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangkan Negara kesatuan. Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataaan pembangunan di segala sektor.

Satu abad lebih sejak organisasi Boedi Oetomo digagas telah memunculkan dimensi baru dalam lanskap sosial budaya  seluruh umat manusia. Perubahan besar telah terjadi, yang kalau boleh kita rangkum dalam satu kata, kiranya  “ digitalisasi” adalah kata yang tepat.

Berkah digitalisasi yang paling nyata hampir terjadi di setiap sektor terkait dengan dipangkasnya waktu perizinan. Proses perizinan yang berlangsung ratusan hari sampai tak terhingga dipangkas secara drastis hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula .

Dengan inovasi digital, mungkin kita dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi. Sebagaimana  menguatkan, namun tak kalah juga yang mengancam ikatan-ikatan kita dalam berbangsa. Satu hal yang pasti, kita harus tetap berpihak untuk mendahulukan kepentingan bangsa di tengah gempuran lawan-lawan yang bisa jadi makin tak kasat mata. Justru karena itulah maka kita tak boleh meninggalkan orientasi untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial.

Semoga kita semua bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap jaya