buy clomid appearance surgical order flomax regimen treatment order zithromax without prescrption massages surgery buy amoxicillin Wetting Muscle order ventolin familiar beyond order dapoxetine without prescrption colored perhaps buy priligy too movement
Skip to content

Green color

Cari

Bahasa


Alamat Kampus:
Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Telp. (0431)863886,863786
Fax. (0431)822568
Email: rektorat@unsrat.ac.id
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1132
mod_vvisit_counterKemarin1184
mod_vvisit_counterMinggu ini9813
mod_vvisit_counterMinggu lalu12830
mod_vvisit_counterBulan ini50483
mod_vvisit_counterBulan lalu51994
mod_vvisit_counterTotal5390086

Tamu Online: 65
IP anda: 54.205.144.54
Waktu: 2014-10-31 22:06
Kurikulum

Kurikulum Pendidikan Tinggi
Universitas Sam Ratulangi mengikuti sistem pendidikan tinggi secara nasional (Sisdiknas), dengan memberlakukan sistem kredit semester (SKS).

Sistem Kredit Semester
Pengertian
a.Semester

  • Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16-19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2-3 minggu kegiatan ujian akhir semester dan penilaian (evaluasi). Satu tahun akademik terdiri dari 2 semester, yaitu semester gasal atau ganjil (September - Pebruari) dan semester genap (Maret - Agustus) ditambah semester pendek di antara kedua semester tersebut.

b.Sistem kredit

  • Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS), untuk menyatakan beban studi mahasiswa , beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.

c. Satuan kredit semester (SKS)

  • Satuan kredit semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester, melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan, atau 3 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.

Tujuan

Tujuan umum penerapan sistem kredit semester (SKS) di Unsrat adalah agar dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, karena di dalam penyelenggaraannya dimungkinkan penyajian program pendidikan dan acara belajar yang lebih bervariasi dan fleksibel, sehingga memberi kemungkinan yang lebih luas kepada mahasiswa, untuk memilih program menuju suatu macam jenjang akademik atau profesi/keahlian tertentu yang dituntut oleh pembangunan, melalui perencanaan acara-acara belajarnya dari semester ke semester, dengan tujuan :

  1. Memberikan kesempatan kepada para mahasiwa yang cakap dan giat  belajar, dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang relative singkat, sesuai dengan kemampuan dan rencana individualnya.
  2. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil matakuliah-matakuliah yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
  3. Membuka kemungkinan dilaksanakannya sistem pendidikan dengan masukan (input) dan keluaran (output) yang jamak.
  4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun perubahan kebutuhan masyarakat yang sangat cepat dewasa ini.
  5. Memberi kemungkinan agar sistem evaluasi studi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan tatacara yang dapat lebih cepat dan lebih objektif.
  6. Memungkinkan pengalihan (transfer) kredit antar fakultas/jurusan/program studi di lingkup Unsrat.
  7. Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi lain ke Unsrat, ataupun sebaliknya.

Ciri-ciri

  1. Setiap matakuliah dalam sistem kredit semester diberi harga yang disebut nilai kredit.
  2. Besarnya nilai kredit untuk masing-masing matakuliah ditentukan atas dasar besarnya upaya yang menurut perkiraan diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan matakuliah itu, yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tugas-tugas  lain.
  3. Besarnya nilai kredit untuk masing-masing matakuliah tidak perlu sama.

Nilai Kredit dalam Satuan Kredit Semester
Kegiatan perkuliahan
Untuk perkuliahan, nilai satu sks ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yag meliputi tiga macam kegiatan per minggu selama 1 semester, sebagai berikut :

a.       Untuk mahasiswa

  • 1 jam, acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajarmmisalnya dalam bentuk kuliah;
  • 1 jam, kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah, mengerjakan soal, kegiatan responsi, tugas-tugas lain di luar kelas, dll.
  • 1 jam, acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain dari suatu akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku-buku acuan (referensi).

b.      Untuk tenaga pengajar

  • 1 jam, acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
  • 1 jam, acara melakukan perencanaan dan evaluasi atas kegiatan akademik terstruktur;
  • 1 jam, untuk pengembangan materi kulaih lewat bacaan dan tulisan.

Kegiatan Seminar
Untuk kegiatan belajar-mengajar yang berupa seminar, yang mewajibkan mahasiswa membuat makalah-makalah dan menyajikannya pada suatu forum, pengertian 1 sks sama dengan kegiatan akademik terstruktur tidak terjadwal sebanyak 60 jam dalam satu semester.

Kegiatan diskusi kelompok, praktikum, penelitian, kerja lapangan, penyusunan skripsi, tesis dan sejenisnya. Satuan kredit semester untuk kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang berupa diskusi kelompok, praktikum, penelitian, kerja lapangan, penyusunan skripsi, tesis dan sejeninsnya, nilai kredit semester ditentukan sebagai berikut :

  • Untuk kegiatan diskusi kelompok. Untuk kegiatan belajar-mengajar yang berupa diskusi-diskusi kelompok, nilai 1 sks sama sengan beban belajar tugas kegiatan sebanyak 2 jam per minggu selama satu semester.
  • Untuk kegiatan praktikum di laboratorium. Untuk kegiatan praktikum, nilai 1 sks adalah beban tugas praktek di laboratorium atau di ruang praktek sebanyak 2 jam per minggu selama satu semester.
  • Untuk kegiatan kerja lapangan dan sejenisnya. Untuk kerja lapangan, kerja praktek, kerja magang di industri, instansi, perusahaan, institusi dan sejenisnya, nilai 1 sks adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4 jam per minggu selama satu semester, atau setara dengan 80-90 jam akumulatif dalam satu semester.
  • Untuk kegiatan penelitian, penyusunan tugas akhir, penyusunan skripsi, tesis dan sejenisnya. Untuk kegiatan kegiatan belajar yang berupa penelitian dan atau penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis dan sejenisnya maka nilai 1 sks setara dengan beban tugas sebanyak 3-4 jam sehari selama satu bulan, dengan catatan satu bulan dihitung setara dengan 25 hari kerja.

Pengertian Kurikulum
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Kurikulum di perguruan tinggi terdiri dari :

  • Kurikulum inti, yaitu sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup pada suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional dan yang merupakan penciri dari kompetensi utama. Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.
  • Kurikulum institusional, yaitu sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku pada institusi dan disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta cirri khas dari institusi.

Beban dan Masa Studi
Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan berdasarkan rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Menurut perhitungan, seorang mahasiswa akan dapat belajar di kelas dan di luar kelas sebanyak 6-8 jam masing-masing 2 jam pada pagi, siang, petang dan malam hari.  Dengan demikian dapat diperhitungkan bahwa beban belajar seorang mahasiswa dalam satu hari diperkirakan mencapai 8-10 jam belajar atau 48-60 jam per minggu. Mengingat nilai 1 sks kira-kira setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa umumnya untuk tiap semester sama dengan 16-20 sks, atau sekitar 18 sks per semester. Dalam menentukan beban tersebut perlu diperhatikan kemampuan individu dan hasil studi pada semester sebelumnya yang tercermin dalam indeks prestasi (IP).

Sesuai Keputusan Rektor Unsrat No. 519/J12/PP/2005 tanggal 24 Maret 2006 tentang Peraturan Akademik Universitas Sam Ratulangi, di bawah ini ditetapkan beban dan lama studi mahasiswa pada program pendidikan akademik, program pendidikan professional, dan program pendidikan profesi.

1. Program Pendidikan Akademik

Program Sarjana

  • Beban studi Program Sarjana (S1) regular aekurang-kurangnya 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan paling lama 14 semester setelah pendidikan menengah.
  • Beban studi Program Sarjana non regular sekurang-kurangnya 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks yang dijadwalkan untuk 16 semester dan dapat di tempuh dalam waktu kurang dari 16 semester dan paling lama 28 semester setelah pendidikan menengah.

Sebagai tugas akhir, mahasiswa Program Sarjana diwajibkan membuat sebuah skripsi yang merupakan karya tulis akademik hasil studi dan atau penelitian secara mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa, di bawah bimbingan Tim Pembimbing.

Program Magister

  • Beban studi Program Magister (S2) regular bagi peserta yang telah berpendidikan sarjana atau yang sederajat, sekurang-kurangnya 36 sks dan sebanyak-banyaknya 50 sks yang dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 semester dan paling lama 10 semester termasuk penyusunan tesis.
  • Beban studi Program Magister non regular bagi peserta yang telah berpendidikan sarjana atau yang seerajat sekurang-kurangnya 36 sks dan sebanyak-banyaknya 50 sks yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan paling lama 20 semester termasuk penyususunan tesis.

Program Doktor

  • Beban studi Program Doktor (S3) bagi peserta yang berpendidikan sarjana dan sebidang sekurang-kurangnya 76 sks yang dijadwalkan untuk sekurang-kurangnya 8 semester dengan lama studi paling lama 12 semester.
  • Beban studi Program Doktor (S3) bagi peserta yang berpendidikan sarjana dan  tidak sebidang sekurang-kurangnya 88 sks yang dijadwalkan untuk 9 semester dan dapat ditempuh kurang dari 9 semester dengan lama studi paling lama 13 semester.
  • Beban studi Program Doktor (S3) bagi peserta yang berpendidikan Magister dan sebidang sekurang-kurangnya 40 sks yang dijadwalkan untuk 4 semester dengan lama studi paling lama 10 semester.
  • Beban studi Program Doktor (S3) bagi peserta yang berpendidikan Magister dan tidak sebidang sekurang-kurangnya 52 sks yang dijadwalkan untuk  5 semester dan dapat ditempuh kurang dari 5 semester dengan lama studi paling lama 11 semester.

Sebagai tugas akhir, mahasiswa Program Doktor diwajibkan membuat sebuah desertasi yang merupakan karya tulis akademik hasil studi dan atau penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri, dan berisi sumbangan/temuan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni yang dilakukan oleh promovendus di bawah bimbingan promotor.

2. Program Pendidikan Profesional

Program Diploma I
Beban studi Program Diploma I sekurang-kurangnya 40 sks dan sebanyak-banyaknya 50 sks, yang dijadwalkan untuk 2 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 2 semester dan paling lama 4 semester setelah pendidikan menengah.

Program Diploma II
Beban studi Program Diploma II sekurang-kurangnya 80 sks dan sebanyak-banyaknya 90 sks, yang dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 4 semester dan paling lama 6 semester setelah pendidikan menengah.

Program Diploma III
Beban studi Program Diploma III sekurang-kurangnya 110 sks dan sebanyak-banyaknya 120 sks, yang dijadwalkan untuk 6 semester dan dapat ditempuh dalam waktu sekurang-kurangnya 6 semester dan paling lama 8 semester setelah pendidikan menengah.

Program Diploma IV
Beban studi Program Diploma II sekurang-kurangnya 144 sks dan sebanyak-banyaknya 160 sks, yang dijadwalkan untuk 8 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan paling lama 14 semester setelah pendidikan menengah.

Program Spesialis I
Beban studi program Spesialis I sekurang-kurangnya 36 sks dan sebanyak-banyaknya 50 sks, yang dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 semester dan paling lama 10 semester setelah Program Sarjana (S1)

Program Spesialis II
Beban studi program Spesialis II sekurang-kurangnya 40 sks yang dijadwalkan untuk 4 semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 semester dan paling lama 10 semester setelah Program Spesialis I atau Program Magister.

3. Program Pendidikan Profesi

Beban studi program pendidikan profesi sekuran-kurangnya 20 sks dan sebanyak-banyaknya 60 sks untuk membentuk kemampuan pelayanan profesi serta diselenggarakan dalam waktu antara 2 sampai 4 semester setelah program Sarjana dan dapat ditempuh selambat-lambatnya 2 kali masa studi.

 

Item:
AKADEMIK

 

{jgototop}{/jgototop}