menu

Ibadah Perayaan Paskah Universitas Sam Ratulangi


 Jumat, 26 April 2019     12:31 AM     622     Peristiwa
Ibadah Perayaan Paskah Universitas Sam Ratulangi

Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA dalam sambutannya mengatakan: Perayaan Paskah ini semua harus berubah bahwa kalau tidak mendapatkan sesuatu kita menjadi kecewa, kita harus tetap tegar dan kita harus berupaya bekerja dan bekerja. Sebagai warga UNSRAT, sebagai akademisi tentunya kita menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Lanjut Rektor, kalau kita tidak memaknai arti Paskah sesungguhnya hal ini menjadi sesuatu yang biasa. Rektor berharap kita harus menjaga diri kita, kita harus bekerja, harus bersabar dan bisa mengoreksi diri sendiri apa kekurangan kita jangan langsung menuduh, menuduh dan menuduh. Rektor mengingatkan kita harus memaknai Paskah ini dengan memberi diri dan menjadi alat kebenaran.

Perayaan Paskah ini kita harus terus menerus menaruh harapan untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan di tengah kekuatan-kekuatan yang harus kita hadapi sebagaimana adanya saat ini. Paskah 2019 ini, UNSRAT bertekad membersihkan semua pungutan-pungutan kepada mahasiswa yang bukan menjadi hak untuk membayar. Rektor berharap mahasiswa nyatakan sikap dan laporkan kalau masih terdapat pungutan yang bukan hak untuk membayar.

UNSRAT akan berusaha semaksimal mungkin memberantas semua itu, kita harus tunjukkan bahwa Paskah 2019 kita harus benar-benar berubah. Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah dr. Jemmy Lampus, M.Kes dalam sambutannya mengatakan: Momentum perayaan Paskah merupakan saat yang tepat untuk merekonsiliasi diri, dimana kita sekalian diharapkan dapat mendamaikan diri sendiri, mendamaikan orang lain, maupun mendamaikan lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Gubernur mengajak untuk tidak menyurutkan semangat pemberian dukungan, menjadi mitra Pemerintah serta memberi kontribusi yang berarti terhadap setiap kebijakan dan berbagai program Pemerintah daerah. Mari kita jadikan persaudaraan, kekeluargaan dan kerukunan sebagai pijakan kita dalam melanjutkan pembangunan di daerah ini dan mengoptimalkan pencapaian dari sapta cita untuk bersama-sama menggapai visi menuju terwujudnya Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya.

 Administator

Bagikan