menu

UNSRAT Capai Klaster Tertinggi dalam Riset: Klaster Mandiri


 Selasa, 19 November 2019     7:25 PM     2342     Peristiwa
UNSRAT Capai Klaster Tertinggi dalam Riset: Klaster Mandiri

Manado, 19-11-2019 - Universitas Sam Ratulangi kembali menunjukan peningkatan kinerja, pada hari Selasa 19 November 2019 Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Ellen J. Kumaat, MSc., DEA diundang langsung oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) serta didampingi langsung oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Dr. Ir. Roike Montolalu, MSc. Dan disampaikan serta diumumkan langsung oleh Menteri Ristek/Kepala BRIN Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro dari Klaster Utama menjadi Klaster Mandiri.  Perlu diketahui bahwa anggaran yang dapat dikelola Perguruan Tinggi Klaster Mandiri, sebesar 30 M. Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode 2016-2018 dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing - masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Simlitabmas). Prestasi ini didapat setelah seminggu sebelumnya untuk Pengabdian pada Masyarakat UNSRAT telah ada dalam Klaster tertinggi yaitu Unggul serta berada di peringkat ke-9. 

Ristek/BRIN meluncurkan hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018. Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan. Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode tahun 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan tinggi. Hal itu disampaikan Menteri Ristek/Kepala BRIN – Bambang P.S. Brodjonegoro dalam Konferensi Pers Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2016-2018 di Gedung II BPPT, Ruang Rapat Lt. 24, Jakarta, Selasa (19/11) sore.

Terdapat 21 perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan klaster penelitiannya sehingga masuk pada Klaster Mandiri pada periode penilaian tahun 2016-2018, diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Haluoleo, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Padang, Universitas Telkom, Universitas Bina Nusantara, Universitas Tanjungpura, Universitas Kristen Petra, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Negeri Medan.” Lanjut Bambang.

 “Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas).” Tegas Bambang. Bambang menjelaskan bahwa penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan meknisme pengelolaan penelitian.

“Komponen yang dievaluasi meliputi sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%).” Ungkap Bambang. “Mengingat peran strategis penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi, semua perguruan tinggi berkewajiban menyampaikan data kinerja penelitiannya untuk penilaian pada periode berikutnya. Hal ini juga berlaku untuk perguruan tinggi yang belum pernah menyampaikan data kinerja penelitiannya.” Ulasnya.

“Anggaran maksimal yang dapat dikelola oleh perguruan tinggi klaster mandiri adalah 30 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster utama sebesar 15 Milyar/tahun, perguruan tinggi klaster madya sebesar 7,5 Milyar/tahun, sedangkan perguruan tinggi klaster binaan dapat mengelola dana penelitian sebesar 2 Milyar/tahun.” Jelas Bambang.

Dalam  Konferensi pers ini diselenggarakan oleh Ristek/BRIN yang dihadiri oleh 21 rektor dari perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan klasternya sehingga masuk klaster mandiri pada periode 2016-2018, dan juga Kepala LL Dikti seluruh wilayah di Indonesia.

 

 



 Administator

Bagikan